Potensi Terpendam Balansiku Tambak di Atas Gunung

Ketika mendengar sebuah pulau di pinggiran perbatasan biasanya yang terbayang adalah potensi lautnya. Tetapi bagi Desa Balansiku laut hanyalah salah satu dari sekian potensi yang ada untuk dikembangkan. Selain hasil laut yang melimpah, Desa Balansiku juga memiliki potensi perkebunan dan pertanian yang terbilang lengkap. Kelapa sawit, kakao, pisang, jeruk dan rumput laut baru sebagian dari kekayaan alam yang bisa dikembangkan lebih lanjut lagi.

Pada hari Rabu tanggal 7 November, Tim Pengembangan Ekonomi Desa Broadband Terpadu PEBS FE UI bersama Hasram (Pandu Desa), Sahirah (Perangkat Desa), Ayu (Perangkat Desa), Sappe (Warga Desa), Pak Amir (Warga Desa), Pak Usman (Ketua RT 03), Basri (Warga Desa), melakukan kunjungan lapangan untuk mencari potensi ekonomi Desa Balansiku yang terpendam. Informasi awal didapatkan melalui gambar peta potensi desa yang dibuat oleh warga desa di hari Selasa sebelumnya. Untuk mengkonfirmasi informasi ini maka kami memutuskan untuk melakukan perjalanan langsung ke lokasi.

Jpeg
Salah satu foto jalan yang kami lalui, banyak diantaranya yang tidak dapat kami ambil fotonya karena khawatir kamera kami akan jatuh.

Kami beruntung karena sudah beberapa hari cuaca panas, karena kalau hujan kami tidak akan bisa melewati jalan untuk mencapai lokasi. Lokasi yang kami tuju berada di RT 08, dengan kondisi jalan menanjak dan belum dilapisi aspal. Singkat kata, kami akan pergi ke atas gunung.

Di sepanjang perjalanan kami disuguhi pemandangan yang asri, penuh dengan pepohonan, diantaranya pohon kayu, pisang, dan pohon kelapa sawit. Tidak jarang kami seakan dipaksa untuk menikmati pemandangan lebih lama karena harus turun dari motor dan berjalan kaki disebabkan motor tidak mampu melewati jalan dan harus dituntun.

Perjalanan kami terbayar tuntas ketika kami menemukan rumah pak Aras, yang tidak lain adalah pemilik tambak di atas gunung tersebut. Siapa yang menyangka, di atas gunung yang belum dialiri listrik terdapat Pak Aras yang membudidayakan ikan Nila. Tidak kurang terdapat 10 petak tambak ikan Nila yang dimiliki oleh Pak Aras. Budidaya ikan sudah dilakukan pak Aras sejak tahun 2010 dan dalam satu tahun Pak Aras bisa melakukan 2 kali panen.

Jpeg
Pak Aras (kanan) dan Pak Usman memaparkan sejarah usaha tambak di atas gunung kepada kami.

Terbayang di benak kami apabila dikelola lebih lanjut, tambak ikan yang dimiliki oleh Pak Aras dapat menjadi salah satu unggulan wisata di Pulau Sebatik. Dengan kondisi alam yang sangat memanjakan mata, lahan yang menghampar luas, dan ikan yang tidak ada habisnya tambak di atas gunung ini dapat menawarkan pengalaman memancing yang lain dan tidak biasa. Belum lagi potensi untuk menjadi destinasi wisata kuliner dengan menggunakan ikan hasil pemancingan. Sayangnya sampai hari ini belum ada yang mengelola secara serius potensi tambak di atas gunung ini. Setidaknya, untuk hari ini biarlah potensi ini diketahui oleh khalayak luas dan tidak lagi tersembunyi (Ayu).

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan