PROGRAM KELUARGA HARAPAN(PKH) MAMPU MENSEJAHTERAKAN MASYARAKAT MISKIN(RTSM)

PKH Merupakan Singkatan Dari Program Keluarga Harapan, yaitu program perlindungan sosial melalui pemebrian uang non tunai kepada Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) yang meliputi Ibu Hamil atau memiliki anak balita 5-7 tahun yang beum masuk pendidikan SD, memiliki anak SD/SMP/SMA usia 15-18 tahun yang belum menyelesaikan sekolahnya. Peserta PKH akan menerima bantuan apabila menyekolahkan anaknya dengan tingkat kehadiran tertentu, memeriksa kesehatan dan memperhatikan gizi dan pola hidup sehat anak dan ibu hamil. Program semacam ini secara internasional dikenal sebagai Program Conditional Cash Transfer atau Program Bantuan Tunai Besyarat. Selanjutnya Peserta PKH ditambahkan 2 kategori yaitu penerima bantuan untuk Lanjut Usia di atas 70 Tahun dan Bantuan Penyandang Disabilitas Berat(Cacat Berat).

Tujuan PKH adalah untuk mengurangi angka dan memutus rantai kemiskinan, menigkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mengubah prilaku yang kurang mendukung penigkatan kesejahteraan dari kelompok paling miskin.

Kementerian Sosial Republik Indonesia mengutuskan salah satu Pedamping PKH Kecamatan Sebatik Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara yang Bernama Bapak Abdul Kasim yang beralamat di Desa Bukit Aru Indah Sebatk Timur Beliau mendampingi PKH Kecamatan Sebatik Meliputi Desa Padaidi, Sei manurung, Tanjung Karang dan Balansiku.

Minggu,19 November 2017 Pendamping PKH mengadakan Pertemuan awal dalam rangka Mensosialisasikan Program Keluarga Harapan(PKH) dengan 2 Agenda yaitu, yang pertama Penjelasan Tentang PKH dan kedua, Pendataan Ulang/Validasi Calon Peserta PKH. Bapak Kasim Menjelaskan bahwa yang bisa masuk dalam Program Keluarga Harapan itu meliputi Ibu Hamil, Anak Balita, Anak Sekolah, Lansia 70 Tahun keatas dan Penyandang Disabilitas Berat(Cacat Berat). Selanjutnya pada Pendataan/Validasi Data Calon Peserta PKH harus membawa Dokumen untuk keperluan administrasi:

  1. Buku Raport anak didik SD, SMP, dan SMA atau surat keterangan ddari sekolah setempat
  2. Kartu Nomor Induk Siswa Nasional (NISN)
  3. Kartu Ibu dan Anak (KIA)
  4. Kartu Keluarga Sajehtera (KKS)/Kartu Perlindungan Sosial (KPS)
  5. Kartu Indonesia Pintar (KIP)
  6. Kartu Indonesia Sehat (KIS)/BPJS Kesehatan
  7. Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP)
validasi data/penerimaan berkas calon peserta PKH

Bagi yang menerima bantuan PKH ini akan menerima bantuan uang, bantuan normalnya seperti Ibu Hamil, Balita dan Anak sekolah akan menerima sejumlah uang sebesar Rp. 1,890,000.00/Tahun, namum ada perbedaan jumlah uang jika didalam keluarga tersebut terdapat Lansia dan Cacat berat, pengambilnya di Bank mandiri dan penerima tidak bisa diwakilkan kecuali bagi yang sakit berat harus mengkonfirmasi kepada pendamping untuk mengantarkan bantuan tersebut kerumah,Ujar Bapak Kasim.

Setelah Memberikan Penjelasan dan Menvalidasi Data Calon PKH Bapak Abdul Kasim selaku Pedamping PKH Bapak Abdul Kasim juga berharap kepada yang mendapat bantuan bagi Ibu yang Hamil Harus tetap menjaga kesehatan kandungannya, bagi yang Balita anaknya harus diposyandukan, bagi yang bersekolah harus dipantau anaknya agar serius dalam belajar dan tidak pernah bolos sekolah lagi dengan tingkat kehadiran 85% dan bagi Lansia juga harus diposyandukan karena setiap desa mempunyai Posyandu Lansia, serta yang menerima bantuan ini harus dipergunakan sebaiknya untuk keperluan sekolah bukan hal yang lain.  Beliau juga menjelaskan bahwa data ini bukan pendataan dari Desa atau pun Ketua RT, data ini diberikan oleh BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH (BAPPEDA) jadi warga yang tidak dapat tidak harus mempersalahkan Pemerintah Desa dalam Hal ini. Bapak Abdul Kasim juga berharap dengan adanya bantuan ini tidak ada lagi anak yang putus sekolah dan akan mengentas kemiskinan masyarakat dan setiap wilayah akan memiliki SDM yang tinggi.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*