Gunernur Kalimantan Utara Berkunjung Ke Pulau Sebatik Untuk Beberapa Agenda

Beberapa agenda kunjungan yang di datangi oleh pak Gebernur:

 

 

 

 

 

 

Peresmian Gedung Rkb Sma Negeri 1 Sebatik Dan Sosialisasi Jaringan Remaja Waspada    Narkoba (Jarwasnaba) Desa Padaidi.

 

 

 

 

 

 

Penyerahan Kartu Identitas Anak (Kia) Di Sd Negeri 002 Sebatik Desa Balansiku

 

 

 

 

 

 

Peresmian Tambatan Perahu Desa Balansiku, Pencanangan Kampung KB Desa Balansiku

 

 

 

 

 

 

Penerimaan Hadiah Lomba Phbs Sekolah Tk. Sd/Mi Kecamatan Sebatik Bersama Gubernur Kalimantan Utara

 

 

 

 

 

 

Pelatakan Batu Pertama Oleh Pak Gebernur

 

 

 

 

 

 

Pak Kades Desa Balansiku H. Firman H. Latif bersa Pak Gebernur Irianto Lamri

 

 

 

 

 

 

Bantuan Stimulah Perumahan Swadaya

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pencanangan Kampung KB “EMAS” Desa Balansiku

Bersama Bapak Irianto Lamri, hari ini Pengumuman Lomba Sekolah BerPHBS yang diikuti oleh Sekolah tingkat dasar di Lingkungan Kerja Kecamatan Sebatik patut diapresiasi , Semua Sekolah telah berusaha untuk berPHBS , hanya saja skoringlah yang membedakan. Semoga Tetap Semangat menjadi Penggerak Kesehatan dan Pemicu lahirnya Karakter Bangsa BerPHBS. SEKOLAHKU SEHAT PRESTASIKU MENINGKAT.

Sepata kata dari pak Gebernur:

Mengapresiasi kinerja Pemerintah Kabupaten Nunukan, utamanya Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil yang telah merealisasikan program pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA) dengan baik.Sesuai laporannya, realisasi pembuatan KIA di Nunukan, sudah mencapai 97 persen.

Siang tadi, di Sebatik secara simbolis mewakili pemerintah melakukan penyerahan KIA kepada anak-anak kita di SD Negeri 002 Sebatik yang terletak di Dusun 01 Desa Balansiku, Kecamatan Sebatik Induk. Di sekolah tersebut, penyerahan hadiah kepada sekolah yang menjuarai Lomba PHBS. Di mana, juara pertama diraih SD Negeri 002 Sebatik.

KIA penting, sebagai bukti dan hak konstitusional anak. Selama Indonesia merdeka, baru di masa kepemimpinan Bapak Presiden Jokowi ini bisa menjalankan KIA secara elektronik.

Ini juga bukti bahwa kita adalah negara maju, sekaligus sebagai pendataan penduduk dengan tingkat kesalahan yang relatif kecil.

Peletakan batu pertama, pembangunan Tugu Kampung KB di Desa Balansiku, Kecamatan Sebatik Barat. Anggarannya berasal dari Dana Desa Balansiku. Di sini sekaligus pencanangan Kampung KB Emas di Desa Balansiku.

Serangkaian dengan kegiatan itu, dilakukan pula pencanangan kegiatan serupa di ruang pertemuan Kantor Desa Balansiku.

Kampung KB ada di setiap kabupaten/kota, yang direncanakan oleh BKKBN. Pencanangan ini untuk memberikan motivasi masyarakat untuk makin paham akan KB, dan yang belum dapat mengikuti program ini.

KB penting untuk pengendalian penduduk. Penduduk apabila jumlahnya terkendali akan menjadi motor pembangunan, namun apabila tak terkendali maka akan menjadi permasalahan. Juga agar keluarga Indonesia makin berkualitas intelektual dan fisiknya.

Kegiatan lain selama di Sebatik, saya menyerahkan bantuan Obgyn Bed dan APE BKB Kit dari BKKBN kepada kader PKK dan Posyandu setempat. Saya juga sempat meninjau rumah warga penerima bantuan rehab rumah oleh pemerintah.

Pada 2018, 56 unit rumah di Desa Balansiku menerima bantuan ini. Semoga program ini dapat membantu warga untuk semakin percaya diri dan giat berusaha.

Rata-rata bantuan yang diberikan Rp 7,5 hingga 15 juta per rumah. Dari titik itu, saya juga meresmikan tambatan perahu Desa Balansiku. Tambatan ini merupakan bantuan dari DKP Kaltara.

Usai dari Desa Balansiku, menuju Desa Setabu, Kecamatan Sebatik Barat. Di situ, berada IPA (Instalasi Pengelolaan Air) Desa Setabu yang mengandalkan intake dari Segi Binasalam.

IPA ini memiliki kapasitas 20 liter perdetik untuk menyuplai ke reservoir 500 meter kubik. IPA ini sudah melayani 913 jiwa atau 152 SR di Desa Setabu (bagian barat) serta 2.167 jiwa (361 SR) di Desa Binalawan.

Kemudian tak jauh dari lokasi ini, saya juga meresmikan Rice Milling Unit (RMU) atau tempat penggilingan padi di Desa Binalawan, Kecamatan Sebatik Barat. Kapasitas mesin yang merpakan bantuan pemerintah ini, total mencapai 10 ton (hasil produksi 3 ton per jam).

Sebelum kembali ke Tanjung Selor, dalam perjalanan didampingi Kepala BPJN XII Balikpapan Bapak Refly Tangkere, menyempatkan meninjau lokasi jalan longsor di Jalan Lingkar Pulau Sebatik. Tepatnya di Gunung Menangis, Desa Bambangan, Kecamatan Sebatik Barat. Kondisi saat itu, tengah hujan deras.

Di lokasi longsor, sudah mendapatkan penanganan sementara dari Satker terkait. Berupa penimbunan dan gorong-gorong. Saat ini sudah bisa dilewati mobil, meski hanya satu unit kendaraan, secara bergantian.

Insya Allah, dalam 3 minggu ke depan jalan ini sudah dapat dilalui dengan baik, meski juga masih bersifat sementara.

Penanganan lebih lanjut, bakal dilakukan oleh BPJN XII Balikpapan pada tahun ini untuk mencegah terjadinya longsoran.

BPJN mendapatkan anggaran Rp 12 miliar dari APBN. Ini untuk menangani longsor di 2 titik Jalan Lingkar Pulau Sebatik yang dinilai prioritas karena merupakan jalan bagi usaha perkebunan juga masyarakat.

Foto Infopubdok Kaltara

 

 

 

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan